Jakarta, ERANASIONAL.COM – Komentar penjaga gawang tim nasional Indonesia, Maarten Paes, setelah kekalahan klubnya memicu kontroversi di Belanda. Pernyataan terbuka Paes yang mengkritik rekan setimnya di Ajax Amsterdam mendapat respons keras dari sejumlah tokoh sepak bola Negeri Kincir Angin, termasuk legenda klub tersebut, Rafael van der Vaart.
Perdebatan itu bermula setelah Ajax menelan kekalahan dari FC Groningen dalam lanjutan kompetisi Eredivisie musim 2025–2026. Dalam pertandingan yang berlangsung pada Sabtu malam waktu setempat, Ajax harus mengakui keunggulan Groningen setelah kebobolan tiga gol, sementara tim asal Amsterdam tersebut hanya mampu mencetak satu gol balasan.
Kekalahan tersebut menjadi sorotan karena Ajax sempat memiliki peluang untuk bangkit ketika skor berubah menjadi 2-1. Namun situasi pertandingan justru berakhir mengecewakan setelah Groningen mampu menambah gol dan mengunci kemenangan.
Usai laga, Maarten Paes menyampaikan kekecewaannya secara terbuka kepada media. Dalam wawancara yang dikutip dari Football Transfers, kiper berusia 27 tahun itu menilai timnya tidak menunjukkan mentalitas sebagai sebuah kesatuan ketika tertinggal dalam pertandingan tersebut.
Menurut Paes, setelah gol kedua Groningen tercipta dan skor menjadi 2-1, Ajax seharusnya mampu menunjukkan respons yang lebih kuat sebagai tim besar dengan sejarah panjang di sepak bola Belanda dan Eropa. Namun yang ia rasakan di lapangan justru sebaliknya.
Ia mengatakan bahwa para pemain tampak kehilangan energi dan determinasi untuk mengejar ketertinggalan. Bahkan menurutnya, peluang terakhir yang dimiliki Groningen terjadi karena lini pertahanan Ajax tidak menunjukkan koordinasi yang cukup baik.
Paes juga menyinggung soal semangat juang dalam tim. Ia merasa beberapa pemain tidak memperlihatkan keinginan untuk berjuang bersama demi membalikkan keadaan.
“Setelah skor 2-1, kami tidak menunjukkan sesuatu yang menggambarkan bahwa kami adalah sebuah tim,” ujar Paes dalam komentarnya.
Ia menambahkan bahwa para pemain akhirnya justru saling mengecewakan satu sama lain, situasi yang menurutnya sangat menyakitkan bagi tim yang memiliki standar tinggi seperti Ajax.
Namun pernyataan tersebut langsung memicu kontroversi karena disampaikan oleh pemain yang baru saja bergabung dengan klub tersebut. Sejumlah pengamat sepak bola Belanda menilai komentar tersebut seharusnya disampaikan secara internal di ruang ganti, bukan di depan publik.

Tinggalkan Balasan