Selain jersey kandang dan tandang, PSSI juga memperkenalkan desain khusus untuk penjaga gawang. Jersey kiper tersebut hadir dengan warna yang lebih mencolok serta corak desain yang unik agar mudah terlihat di lapangan.

Menurut Erick, desain tersebut memberikan karakter berbeda bagi posisi penjaga gawang sekaligus memperkuat identitas visual tim nasional.

Ia bahkan mengaku sangat menyukai seluruh varian jersey yang diluncurkan pada acara tersebut. Sebagai bentuk dukungan terhadap produk resmi tim nasional, Erick Thohir juga mengungkapkan bahwa dirinya langsung membeli semua varian jersey yang tersedia.

“Saya suka semuanya, termasuk jersey kiper yang warnanya sangat mencolok. Bahkan saya langsung beli semua varian yang diluncurkan hari ini,” ujarnya.

Peluncuran jersey baru ini juga disambut antusias oleh para penggemar sepak bola Indonesia. Banyak suporter yang menilai desain bermotif batik memberikan nuansa baru yang unik sekaligus memperkuat identitas nasional.

Sejumlah pengamat sepak bola juga menilai langkah ini sebagai strategi yang tepat untuk menggabungkan olahraga dengan diplomasi budaya. Dengan tampilnya motif batik pada jersey tim nasional, Indonesia secara tidak langsung memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada jutaan penonton di berbagai negara.

Bagi Erick Thohir, sepak bola bukan hanya soal pertandingan di lapangan, tetapi juga sarana untuk menunjukkan jati diri bangsa kepada dunia.

Melalui desain jersey yang memadukan unsur modern dan tradisional, ia berharap timnas Indonesia tidak hanya dikenal karena permainan mereka, tetapi juga karena identitas budaya yang melekat kuat dalam setiap detail seragam yang dikenakan.