Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan unsur batik dalam berbagai produk modern memang semakin berkembang, mulai dari busana, aksesori, hingga desain produk olahraga. Langkah PSSI memasukkan motif batik ke dalam desain jersey tim nasional dinilai sebagai upaya kreatif untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia melalui olahraga.

Selain aspek budaya, Erick Thohir juga menyoroti kualitas teknis dari jersey baru tersebut. Ia menyampaikan bahwa para pemain tim nasional memberikan respons positif terhadap bahan yang digunakan karena dinilai lebih ringan dan nyaman dipakai saat bertanding.

Menurut Erick, kualitas jersey memiliki peran penting dalam menunjang performa pemain di lapangan. Seragam yang ringan, fleksibel, dan mampu menyerap keringat dengan baik akan membantu pemain tetap fokus selama pertandingan berlangsung.

“Para pemain juga sudah mencoba dan mereka merasa bahannya ringan serta nyaman. Ini penting karena jersey bukan hanya soal desain, tetapi juga soal performa pemain di lapangan,” ujarnya.

Jersey baru ini direncanakan mulai digunakan oleh timnas Indonesia pada agenda FIFA Matchday yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Maret 2026. Pertandingan tersebut diharapkan menjadi momentum awal bagi skuad Garuda untuk tampil dengan semangat baru.

Erick Thohir menilai peluncuran jersey ini juga menjadi bagian dari upaya membangun atmosfer positif di dalam tim nasional. Ia berharap kombinasi antara pelatih baru, jersey baru, serta semangat baru dapat membawa energi berbeda bagi para pemain.

Seperti diketahui, dalam beberapa tahun terakhir PSSI memang terus melakukan pembenahan terhadap berbagai aspek sepak bola nasional, mulai dari pengelolaan kompetisi, pembinaan pemain muda, hingga penguatan tim nasional.

Erick optimistis langkah-langkah tersebut secara bertahap akan memberikan dampak positif terhadap prestasi timnas Indonesia di level internasional.

“Sekarang kita punya pelatih baru, jersey baru, dan semangat baru. Tinggal nanti kita lihat apakah keberuntungannya juga ikut baru,” kata Erick dengan nada santai.