Bambang menekankan bahwa perhatian terhadap kondisi fisik dan pemulihan atlet menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penerapan format baru. Dengan durasi turnamen yang lebih panjang serta hanya menggunakan dua lapangan pertandingan, atlet memiliki waktu istirahat yang lebih memadai.

“Dengan durasi turnamen yang lebih panjang serta hanya menggunakan dua lapangan pertandingan, atlet memiliki waktu istirahat yang lebih memadai. Hal ini diharapkan dapat menjaga kualitas permainan dan performa atlet sepanjang turnamen,” katanya.

Selain aspek teknis, Indonesia Open juga akan dikemas dengan pendekatan sportainment. Konsep ini dinilai penting untuk menghadirkan pengalaman menonton yang lebih menarik bagi publik. Dengan durasi yang lebih panjang, penyelenggara memiliki ruang untuk menghadirkan berbagai elemen hiburan dan aktivasi di luar lapangan pertandingan.

“Sportainment menjadi bagian penting untuk menghadirkan pengalaman menonton yang lebih menarik bagi penonton di arena maupun penggemar yang mengikuti melalui siaran dan platform digital,” ungkap Bambang.

PBSI optimistis bahwa penguatan unsur sportainment yang berjalan seiring dengan peningkatan kualitas kompetisi akan semakin memperkokoh daya tarik Indonesia Open sebagai ajang olahraga dan hiburan kelas dunia. Dukungan penuh terhadap format baru ini juga menunjukkan komitmen PBSI untuk mendukung upaya BWF dalam memperluas jangkauan dan popularitas bulu tangkis secara global. Dengan demikian, Indonesia Open tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga festival olahraga yang mampu menarik perhatian masyarakat luas.