Jakarta, ERANASIONAL.COM – Indonesia Open, salah satu turnamen bulu tangkis paling bergengsi di dunia, akan mengalami perubahan format mulai tahun 2026. Badminton World Federation (BWF) menetapkan bahwa turnamen level Super 1000, termasuk Indonesia Open, akan berlangsung selama 11 hari.
Kebijakan ini mendapat dukungan penuh dari Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) yang menilai langkah tersebut sebagai bagian dari strategi global untuk meningkatkan kualitas dan popularitas bulu tangkis.
Kepala Bidang Luar Negeri PP PBSI, Bambang Roedyanto, menjelaskan bahwa penerapan durasi turnamen yang lebih panjang memang membawa konsekuensi pada meningkatnya biaya operasional. Namun, PBSI memandang hal ini sebagai investasi jangka panjang demi menjaga prestise Indonesia Open di level global.
“Dari sisi penyelenggara, penerapan durasi 11 hari tentu berdampak pada meningkatnya biaya operasional karena waktu pelaksanaan yang lebih panjang. Namun PBSI memandang hal ini sebagai investasi jangka panjang untuk mempertahankan posisi Indonesia Open sebagai turnamen premier dunia, sekaligus menghadirkan standar penyelenggaraan yang sejalan dengan arah global BWF,” ujarnya.
Format baru ini juga memberikan nilai tambah bagi para atlet. Dengan penambahan jumlah peserta, peluang tampil di level tertinggi semakin terbuka, khususnya pada nomor tunggal. Jumlah peserta nomor tunggal bertambah dari 32 menjadi 48 pemain, sehingga membuka kesempatan lebih luas bagi atlet untuk bersaing di panggung internasional.
Sistem pertandingan pun berubah menjadi setengah kompetisi hingga babak 16 besar, yang berarti atlet akan menjalani lebih banyak pertandingan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus memberikan pengalaman bertanding yang lebih kaya bagi para pemain.

Tinggalkan Balasan