Gol krusial datang pada menit ke-44 lewat Reza Gunawan, yang membuat Indonesia kembali unggul 4-3. Jepang lalu menerapkan skema power play demi mengejar ketertinggalan.
Keputusan itu justru dimanfaatkan dengan sempurna oleh Indonesia. Dewa Rizki mencetak gol kelima pada menit ke-47, mengunci kemenangan sekaligus memicu ledakan euforia di Indonesia Arena.
“Gol keempat sangat penting bagi kami. Setelah itu mereka bermain power play, kami merebut bola dan mencetak gol lagi. Kami punya gagasan yang sangat jelas tentang apa yang ingin kami lakukan,” jelas Souto.
Kemenangan atas Jepang bukan hanya memastikan tiket ke final, tetapi juga menandai salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah futsal Indonesia di level Asia. Untuk pertama kalinya, Garuda melangkah ke partai puncak Piala Asia Futsal.
Di final, Indonesia akan menghadapi Iran, tim paling dominan di Asia, pada Sabtu (7/2/2026) di venue yang sama.
Souto menyadari tantangan besar sudah menanti, namun ia optimistis dengan karakter dan mental yang ditunjukkan anak asuhnya.
“Kami menunjukkan bahwa kami bisa bersaing dengan tim terbaik. Sekarang kami harus mempersiapkan diri lagi dan bermain dengan hati serta disiplin,” pungkasnya.
Dengan dukungan penuh publik tuan rumah dan kepercayaan diri yang sedang berada di puncak, Timnas Futsal Indonesia kini hanya berjarak satu langkah dari sejarah terbesar sepanjang perjalanan futsal nasional.

Tinggalkan Balasan