Namun, Jepang menunjukkan mental juara. Tim asuhan Kensuke Takahashi bangkit dan memanfaatkan kelengahan Indonesia. Motoishi menebus kesalahannya lewat gol pada menit ke-30, sebelum Kazuya Shimizu menyamakan kedudukan pada menit ke-34.

Souto mengakui bahwa momen tersebut menjadi titik krusial. Menurutnya, para pemain Indonesia sempat merasa keunggulan dua gol sudah cukup aman.

“Di babak pertama kami bermain sangat baik. Di babak kedua saya meminta pemain lebih agresif dan menguasai bola. Tapi saya pikir di pikiran mereka, skor 2-0 sudah cukup,” kata Souto.

“Melawan Jepang, Iran, atau tim-tim kuat lainnya, 2-0 tidak pernah cukup. Kami baru benar-benar kembali bermain setelah skor 2-2,” lanjutnya.

Setelah kedudukan imbang, permainan Timnas Futsal Indonesia kembali hidup. Tekanan yang dibangun akhirnya berbuah gol ketiga lewat Firman Ardiansyah pada menit ke-38.

Indonesia nyaris mengunci kemenangan di waktu normal, namun petaka datang di 30 detik terakhir. Iqbal Iskandar melakukan handball di area terlarang dan Jepang mendapat hadiah penalti. Shimizu kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk mengubah kedudukan menjadi 3-3 dan memaksa laga berlanjut ke extra time.

Meski terpukul, Souto menilai mental para pemainnya justru semakin kuat di babak tambahan.

“Kami tetap bermain dengan baik di extra time. Para pemain tahu apa yang harus dilakukan,” ucapnya.