Pada pertandingan yang sama, AFC juga mencatat insiden lain berupa seorang suporter yang berhasil masuk ke dalam lapangan pertandingan. Tindakan ini dinilai sebagai pelanggaran ketertiban dan berpotensi membahayakan pemain serta ofisial pertandingan. AFC kemudian menjatuhkan denda tambahan sebesar USD 3.000 kepada PSSI atas kejadian tersebut.
Tidak berhenti di situ, AFC juga menilai bahwa PSSI gagal memastikan standar keamanan stadion secara optimal pada laga Indonesia melawan Korea Selatan. Penilaian ini berkaitan dengan lemahnya pengawasan akses penonton dan pengamanan di area sekitar lapangan. Akibatnya, PSSI kembali dikenai denda sebesar USD 5.000 untuk pelanggaran terkait kegagalan dalam menjaga keamanan stadion.
Insiden lain terjadi pada pertandingan antara Iran dan Afghanistan yang digelar di Jakarta International Velodrome. Meski tidak melibatkan Timnas Futsal Indonesia, AFC tetap menilai PSSI sebagai pihak yang bertanggung jawab karena Indonesia berstatus sebagai tuan rumah turnamen. Dalam laga tersebut, tercatat lima penonton masuk ke area lapangan setelah pertandingan berlangsung, yang dinilai sebagai kegagalan dalam menjaga ketertiban pasca-pertandingan. Atas kejadian ini, PSSI dikenai denda sebesar USD 3.000.
Jika diakumulasikan, total denda yang harus dibayarkan PSSI mencapai USD 14.000. AFC dalam regulasinya menegaskan bahwa tuan rumah memiliki tanggung jawab penuh terhadap keamanan, keselamatan, dan ketertiban selama turnamen berlangsung, baik sebelum, saat, maupun setelah pertandingan. Setiap pelanggaran terhadap standar tersebut dapat berujung pada sanksi finansial maupun administratif.

Tinggalkan Balasan